Tuhan sedemikian lelah karena mendengarkan
doa seseorang. Pada suatu hari, Ia menampakkan diri dan berkata,
" Aku akan menganugerahkan kepadamu tiga hal, setelah itu, Aku
tidak akan memberikan apa - apa kepadamu ".
Dengan gembira, orang itu memohon kepada Tuhan, dan yang pertama
kali diminta adalah agar istrinya segera mati. Dengan demikian
ia dapat kawin lagi dengan perempuan lain. Dan permohonannya
dikabulkan.
Namun ketika teman - teman dan saudara - saudarinya datang melayat
pada saat pemakaman istrinya dan mereka mulai mengenang kembali
kebaikan - kebaikan istrinya, ia mulai sadar bahwa ia terlalu
gegabah. Ia menyadari bahwa ia telah buta akan semua keutamaan
istrinya. Apakah ia akan menemukan perempuan lain sebaik istrinya.
Maka, ia memohon kepada Tuhan untuk menghidupkan lagi istrinya,
dan Tuhan mengabulkan permohonannya.
Tinggal satu permohonan yang diberikan Tuhan. Ia tidak ingin
berbuat salah lagi, karena tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaikinya.
Ia minta nasihat kepada banyak orang. Beberapa sahabatnya menasihati
supaya dia minta agar dia tidak bisa mati. Tetapi apa gunanya
tidak bisa mati, jika ia tidak mempunyai kesehatan yang baik.
Dan apa gunanya kesehatan bila tidak punya uang. Dan apa gunanya
uang jika ia tidak punya teman.
Bertahun - tahun telah lewat dan ia tidak dapat memuaskan hatinya
dengan permohonan ini: kehidupan atau kesehatan, kekayaan atau
kekuasaan atau cinta. Akhirnya, ia berkata kepada Tuhan, " Tuhan
berilah petunjuk kepadaku akan apa yang kuminta ".
Tuhan tertawa ketika Ia melihat kebingungan orang itu dan Ia
berkata, " Mintalah akan hal - hal yang tidak bisa memuaskan
kehidupan di atas dunia ini ".
|