.::SKK POLTEK::. Renungan
WELCOME
 
=+= SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SIE KEROHANIAN KRISTEN POLITEKNIK ITS SURABAYA =+=
 
 
 
DUA PULUH ENAM PENJAGA
 
 

Seorang misionaris bercerita demikian,"Ketika melayani di sebuah rumah sakit kecil di Afrika, setiap dua minggu sekali saya mengendarai sepeda melewati hutan menuju ke kota terdekat untuk mensuplai barang - barang kebutuhan. Adalah perjalanan dua hari yang membutuhkan waktu semalam berkemah di tengah perjalanan."
"Pada suatu kali perjalan, saya tiba di kota dimana saya merencanakan untuk pergi ke sebuah bank, dan membeli obat - obatan dan barang - barang keperluan dan kemudian memulai dua hari lagi perjalanan kembali lagi ke rumah sakit. Ketika tiba di kota itu, saya menemukan dua orang yang sedang berkelahi. Seorang diantaranya mengalami luka yang sangat serius. Saya mengobati lukanya dan secara bersamaan juga menceritakan Tuhan kepadanya. Kemudian saya pun menempuh perjalanan dua hari. Berkemah semalam dan tiba di rumah tanpa ada kejadian buruk. Dua minggu kemudian saya kembali mengulang perjalanan saya. Ketika tiba dikota, saya didekati oleh pemuda yang saya obati itu. Dia mengatakan bahwa ketika dia telah mengetahui bahwa saya membawa uang dan obat - obatan. Katanya, 'Saya dan beberapa teman mengikutimu ke dalam hutan, dan begitu tahu bahwa kamu akan berkemah di hutan, kami berusaha untuk merampokmu. Tapi kami mengurungkan niat begitu melihat ada dua puluh enam orang penjagamu.' Pada saat itu saya tertawa dan berkata bahwa saya sendirian ditempat kemah di hutan itu, Pemuda itu bersikeras dan berkata, 'Tidak tuan, bukan hanya saya yang melihat penjaga - penjagamu dan kami semua telah menghitungnya. Jumlahnya ada dua puluh enam. Oleh karena penjagamu itulah kami ketakutan dan meninggalkanmu sendirian."
Ketika khotbahnya sampai pada cerita ini, seorang jemaat pria berdiri dan menginterupsi misionaris tersebut dan bertanya kapan tepatnya kejadian ini kepada jemaat, dan pria yang menginterupsi tadi mengatakan cerita ini. "Pada malam dimana insidenmu terjadi di Afrika, disina masih pagi dan saya sedang bersiap - siap untuk bermain golf. Saya baru saja hendak memukul bola ketika saya merasa sangat perlu berdoa untukmu. Bahkan, hasrat itu sedemikian kuatnya sehingga saya memanggil jemaat untuk bertemu di gereja ini untuk mendoakan kamu. Bolehkah semua orang yang berdoa bersama saya pada hari itu berdiri?" Semua orang yang berkumpul untuk mendoakan pada hari itu berdiri. Misionaris itu tidak mempedulikan siapa saja mereka, tetapi dia terlalu sibuk menghitung jumlah orang yang berdiri. Ada dua puluh enam orang.
Itulah kekuatan doa syafaat, doa bagi kepentingan sesama.

 
Disadur dari Bulir Yang Jatuh ( Gereja St. Marinus Yohanes )
Edisi 310 / Tahun VI / 12 Pebrauri 2006
 
 
   
 
 
Copyright © 2006 SKK POLTEK. All Rights Reserved.
updates will be released every 14th in the month