Seorang pendeta membuat rencana khotbahnya
perihal pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Ia ingin memvisualisasikan
penampkan Roh Kudus yang seperti burung merpati. Lalu ia membeli
burung merpati dan malamnya dia berkata kapada anaknya yang berumur
6 tahun, "Besok pagi ayah mau berkhotbah ... nanti pas ayah bicara
'maka turunlah Roh Kudus seperti burung merpati. Kamu segera
melepaskan burung itu ya!"
Pada hari Minggunya pendeta ini berkhotbah dengan penuh semangat.
sampailah ia pada saat yang dinantikan, "... maka turunlah oh
Kudus seperti burung merpati." Sambil tersenyum bapak pendeta
menunggu anaknya melepas burung merpati itu ke dalam gedung gereja.
Ternyata nggak muncul - muncul juga si burung itu. Dengan lantang
lagi bapak pendeta berteriak, "... maka turunlah Roh Kudus seperti
burung merpati."
Tak disangka dari belakang, anaknya lari ke depan mimbar sambil
menangis meraung - raung sambil berkata, "Ayaaahh, Roh Kudusnya
dimakan kuciiing!"
|