.::SKK POLTEK::. Renungan
WELCOME
 
=+= SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SIE KEROHANIAN KRISTEN POLITEKNIK ITS SURABAYA =+=
 
 
 
CERMIN YANG TERLUPAKAN
 
 

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, bernama Smith, mengadakan garage sale menjual barang - barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri itu sudah setengah baya, dan anak - anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri. Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang yang tidak dibutuhkan.
Saat mengumpulkan barang - barang yang akan dijual, mereka menemukan benda - benda yang sudah sedemikian lama tersimpan digudang. Salah satu diantaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun lampau. Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruang mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.
Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. satu per satu barang bekas itu mulai terjual.
Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith, "Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi.
Mrs.Smith tercengang, "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya, "Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus," jawab pria itu.
Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga. Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm
Anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar." Dengan wajah berseri - seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.
"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "sekarang cermin itu menjadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?" "Oh, jika boleh saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang," jawab si pembeli.
Mrs. Smith mempersilahkannya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya. Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dan lapisan pelindung bingkai itu! "Ya, tepat saperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira.
Mrs. Smith tidak bisa berkata - kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

 
Disadur dari Bulir Yang Jatuh ( Gereja St. Marinus Yohanes )
Edisi 307 / Tahun VI / 29 Januari 2006
 
 
   
 
 
Copyright © 2006 SKK POLTEK. All Rights Reserved.
updates will be released every 14th in the month