.::SKK POLTEK::. Renungan
WELCOME
 
=+= SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SIE KEROHANIAN KRISTEN POLITEKNIK ITS SURABAYA =+=
 
 
 
SERANGGA DAN LABA
 
 

Suatu waktu hiduplah seekor laba - laba d dalam ladang jagung. Laba - laba besar itu mempunyai sarang yang melingkar indah diantara pelepah jagung. Dia menjadi gemuk karena memangsa semua serangga yang terperangkap dalam jaringnya. Dia sangat suka tinggal di ladang jagung tersebut dan berencana tinggal disana selamanya.
Pada suatu hari laba - laba menangkap seekor serangga kecil dalam jaringnya, dan ketika laba - laba ini hendak memakannya, serangga ini berkata, "Kalau engkau melepaskan saya, saya akan memeberi tahu sesuatu yang penting yang akan menyelamatkan hidupmu." Laba - laba itu berhenti sejenak dan mendengarkannya dengan penuh perasaan, "Engkau sebaiknya pergi dari ladang jagung ini, " kata serangga kecil, "Waktu menui sudah tiba!".
Laba - laba tersenyum dan berkata, "Apa itu waktu tuaian yang engkau bicarakan? Aku pikir kamu sedang mengarang cerita saja."
Tapi serangga kecil itu berkata,"Oh tidak, itu benar. Pemilik ladang ini segera datang untuk menuai. Semua batang jagung akan dijatuhkan dan jagung akan dikumpulkan. Kamu akan terbunuh oleh mesin raksasa jika kamu tinggal disini."
Laba - laba menjawab,"Aku tidak percaya pada waktu penuaian maupun mesin raksasa yang akan menebang jatuh tanaman jagung. Bagaimana engkau membuktikannya?"
Serangga kecil melanjutkan ,"Lihat saja jagung ini. Lihat bagaimana jagung itu ditanam dalam barisan teratur. Itu membuktikan ladang ini dirancang oleh seorang yang cerdas."
Laba - laba tertawa dan berkata melecehkan,"Ladang ini tumbuh dan tidak ada hubungan dengan seorang petani pintar. Jagung selalu tumbuh seperti itu."
Serangga itu menjelaskan lebih lanjut,"Oh tidak! Ladang ini kepunyaan seorang pemilik yang menanamnya dan waktu menuai segera tiba."
Laba - laba menyeriangi dan berkata,"Aku tidak percaya." Kemudian dia memakan serangga itu.
Beberapa hari kemudian, laba - laba tertawa mengingat cerita serangga kecil itu. Dia berpikir,"Tuaian! Sungguh ide bodoh. Aku telah ada disini sepanjang hidupku dan tidak ada yang menggangguku. Aku telah ada sejak tanaman ini baru setinggi setengah meter dari tanah, dan aku akan tetap tinggal di sini sepanjang sisa umurku, karena tidak ada yang akan berubah dalam ladang ini. Hidup itu indah, dan aku yang menjadikannyademikian."
Hari berikutnya adalah hari indah di ladang jagung. Langit cerah dan tidak ada angin sama sekali. Siang itu saat laba - laba berjalan keliling sarangnya, tiba - tiba dia menyadari ada debu tebal bergerak kerahnya. Dia mendengar suara mesin, lain berkata kepada dirinya sendiri dengan penasaran , " Sedang terjadi apa ini?"
Lukas 12:39-40,'jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

 
Disadur dari Bulir Yang Jatuh ( Gereja St. Marinus Yohanes )
Edisi 313 / Tahun VI / 05 Maret 2006
 
 
   
 
 
Copyright © 2006 SKK POLTEK. All Rights Reserved.
updates will be released every 14th in the month