.::SKK POLTEK::. Renungan
WELCOME
 
=+= SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI SIE KEROHANIAN KRISTEN POLITEKNIK ITS SURABAYA =+=
 
 
 
MENANAM BUNGA PERHATIAN
 
 

Dalam sebuah kunjungan ke sebuah panti jompo yang serba kecukupan, Ibu Teresa pernah memiliki pengalaman yang patut disimak. Kendati kehidupan di panti jompo ini tergolong lebih dan cukup, semua orang tua yang tinggal disini, ketika duduk di ruangan untuk menonton TV, bukannya memandang TV, hampir semua mata menatap pintu masuk. Alasan kenapa mereka menatap pintu masuk, karena semuanya berharap akan dikunjungi oleh anak, keluarga atau saudara yang bisa memberi mereka perhatian.
Membaca pengalaman ini saya teringat sedih ke Bapak saya yang tinggal di kampung sana, Di umurnya yang sudah berkapala sembilan, setiap sore setelah mandi, beliau selalu minta di papah dan disediakan kursi untuk duduk di pintu masuk rumah.Untuk kemudian, menatap setiap orang yang lewatdi jalan satu per satu.
Tetangga saya juga demikian. Hampir setiap sore orang tua yang berjalan dibantu kursi roda ini, duduk di depan rumahnya smabil memandangi jalan.
Rupanya, mereka amat rindu perhatian. Di umur - umur yang tidak lagi produktif ini, setangkai bunga perhatian adalah vitamin - vitamin kejiwaan yang amat dibutuhkan.
Yang jelas, siapapun Anda dan dimana pun Anda berada, tua - muda, di kota maupun di desa, semua memerlukan perhatian orang lain. Sayang, banyak orang amat pelit untuk memberikan bunga perhatian buat orang lain.
Tidak sedikit orang, hanya meminta untuk diberikan bunga terakhir. Padahal bunga terakhir berharga tidaklah mahal. Bahkan, kita tidak membelinya.
Dalam ruang lingkup yang lebih besar, alasan ekonomi biaya tinggi sebagai tameng ketidakmampuan dalam menyejahterakan karyawan, jauhnya jarak sosial antara atasan dan bawahan, tingginya rasio antara gaji orang di puncak dengan orang di bawah, teganya politisi membunuh orang untuk mencapai tujuan - tujuan tertentu, atau koruptor yang rela mengorupsi dana untuk rakyat miskin, adalah rangkaian bukti yang bisa membawa saya pada kesimpulan, betapa langkanya orang dan pemimpin yang ke mana - mana membawa setangkai bunga perhatian.
Memang ada orang yang memiliki teori, bahwa kalau kita lahir dari masyarakat dan keluarga yang miskin perhatian, maka kita pun akan terbentuk menjadi manusia yang miskin perhatian juga.
Inilah problemnya. Jika menunggu sampai masyarakat dan keluarga berubah, atau organisasi berubah baru kemudian individu berubah, maka kapan bisa terbentuk barisan manusia lengkap dengan bunga perhatian yang indah?
Ibu Teresa tepat sekali ketika menulis,"We must remember that love begins at home, and we must also remember that the future of humanity passes through the family." Ini berarti bunga perhatian mesti mulai di tanam, di pupuk, dan disirami di rumah. Sebab, dari rumahlah bunga indah ini disebarkan. Kenapa mulai dari rumah, sebab masa depan kemanusiaan berjalan melalui institusi keluarga.

 
Disadur dari Bulir Yang Jatuh ( Gereja St. Marinus Yohanes )
Edisi 316 / Tahun VI / 26 Maret 2006
 
 
   
 
 
Copyright © 2006 SKK POLTEK. All Rights Reserved.
updates will be released every 14th in the month